Eksklusif-news.com SIANTAR
Meski dilarang tetapi demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, para pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora Parluasan Kota Siantar, menyatakan tetap nekat membangun kios sendiri agar dapat berjualan.
Pernyataan itu disampaikan sejumlah pedagang kepada anggota DPD RI, Perwakilan Sumatera Utara, Pdt Penrad Siagian yang turun meninjau lokasi kebakaran Pasar Dwikora Parluasan, Minggu (20/06/2026).
“Setelah terjadi kebakaran, pedagang belum juga mendapat solusi kapan kios yang terbakar ini dibangun. Dan ada spanduk supaya pedagang jangan membangun kios. Jadi, makan apa kami nanti?” ujar seorang pedagang perempuan boru Sirait kepada Pdt Penrad Siagian di balairung Tampomas tempat pertemuan.
Dijelaskan juga, saat ini menjelang masuk anak sekolah dan pedagang korban kebakaran masih mencari modal usaha karena barang-barang sudah terbakar. Sedangkan Pemko Siantar dikatakan seperti tidak perduli dengan nasib pedagang.
“Karena kami tidak punya pencarian lagi. Pedagang sudah sepakat membangun kios dengan biaya sendiri. Jangan larang kami karena ini demi hidup,“ kata pedagang Boru Sirait.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Agik Sibagariang yang menyatakan, terkait spanduk pelarangan agar pedagang jangan membangun kios, menurutnya itu dipasang oleh preman. Karena diketahui siapa yang memasang .
”Turunkan spanduk karena itu tak punya tanda. Itu premanisme dan kami akan membangun kios sendiri karena sampai sekarang tidak ada kepastian kapan kios yang terbakar dibangun. Sedangkan kami butuh kepastian,” katanya.
Pada dasarnya pedagang yang akan membangun kios mengatakan bukan melawan pemerintah. Tetapi, demi pemenuhan kebutuhan hidup. Pedagang juga mengaku tidak akan bertindak anarkis. Hanya saja, kios yang dibangun meski apa adanya, jangan dibongkar.
Pada kesempatan itu, disinggung juga tentang kesemberautan tata kelola Pasar Dwikora. Pedagang kaki lima yang pakai retribusi begitu merajalela. Sehingga, jalan masuk ke Pasar Dwikora tak bisa dilalui kenderaan.
“Karena sempitnya jalan akibat banyak kios di badan jalan, mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi kebakaran. Padahal, kalau mobil pemadam kebakaran bisa masuk, mungkin kios yang terbakar tidak tidak sampai 311 kos,” kata pedagang.
Menanggapi permasalahan yang disampaikan para pedagang, anggota DPD RI, Perwakilan Sumatera Utara, Pdt Penrad Siagian mengatakan, masalah tersebut segera disampaikan kepada Walikota. Bahkan, Walikota Wesly Silalahi sudah dihubungi melalui pesan What App untuk bertemu dengan pedagang, Senin (21/06/2026).
“Kepada Walikota, sudah saya sampaikan supaya melakukan pertemuan dengan pedagang, Senin (21/06/2026). Untuk itu, siapkan juru bicara,” kata Pdt Penrad.
Ditegaskan juga, Pemko Siantar harus memenuhi hak-hak pedagang korban kebakaran yang hidup hari perhari dan soal pembangunan kios merupakan kewajiban pemerintah.
“Saya sudah tangkap semua keluhan pedagang. Prinsipnya, hak-hak pedagang harus diutamakan. Besok saya memang tidak bisa hadir untuk bertemu Walikota di lokasi ini. Tapi saya siap berjuang bersama pedagang,” katanya.
Untuk pertemuan dengan Walikota itu, Pdt Penrad Siagian mengatakan, pedagang akan didampingi Tim Rumah Pengabdian Pdt Penrad Siagian yang juga hadir pada pertemuan dengan pedagang dimaksud. Di antaranya , Ferry Panjaitanitan, Ancen Sianipar, Luncen Nainggolan dan Julius Sitanggang. (nas)
